Selasa, 27 Oktober 2009

MEDIA PEMBELAJARAN AKHLAK


Oleh : Yulia Alimudin

Pengertian Media Pembelajaran

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan.
Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran.
Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah bentuk–bentuk komunikasi baik cetak maupun visual dan audio visual,media hendaknya dapat dimanipulasi, didengar, dilihat dan terbaca. Breidle (1966:3): mediapembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai Untuk mencapai tujuan pendidikan.
Gerlach dan Elly (1980:244): media pembelajaran adalah orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan dan sikap dari hasil belajarnya. Gagne (1970): media pembelajaran adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar.
Dari pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.

Jenis- jenis Media Pembelajaran
Pengelompokkan berbagai jenis media apabila dilihat dari segi perkembangan teknologi, oleh Seels & Glasgow (1990) dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu media tradisional dan media mutakhir.
1. Media tradisional, antara lain :
a. Visual diam yang diproyeksikan (opaque, overhead projector, slides, film strips)
b. Visual yang tidak diproyeksikan (gambar, poster, foto, charts, grafik, papan info, pameran)
c. Audio (rekaman kaset, radio)
d. Multimedia (slide suara)
e. Visual dinamis yang diproyeksikan (film, televisi, video)
f. Bahan cetak (buku teks, modul, majalah, hand out)
g. Permainan (games)
h. Realia
2. Media Mutakhir
a. Media berbasis telekomunikasi (teleconference, elearning)
b. Media berbasis mikroprosesor (permainan komputer, hypermedia, CAI, hypertext)
Sedangkan menurut Rudy Bretz (1971) pengelompokkan media didasarkan pada tiga unsur pokok yaitu suara, visual dan gerak. Adapun klasifikasi media menurut Rudy Bretz sebagai berikut :
1. Media audio
2. Media cetak
3. Media visual diam
4. media visual gerak
5. media audio semi gerak
6. Media semi gerak
7. Media audio visual diam
8. Media audio visual gerak
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sebagai berikut :
1. Audio kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2. Cetak contoh buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
3. Audio-cetak Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
4. Proyeksi visual diam Overhead transparansi (OHT), film bingkai (slide)
5. Proyeksi audio visual diam Film bingkai bersuara
6. Visual gerak Film bisu
7. Audio visual gerak Film gerak bersuara, video/vcd, televisi
8. Obyek fisik Benda nyata, model, specimen
9. Manusia dan lingkungan guru, pustakawan, laboran
10. Komputer CAI, (pembelajaran berbantuan computer)
Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa jenis media itu ada tiga yaitu media visual, media audio, dan media audio-visual:
1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik ,buku
2. Media Audio : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3. Media audio visual : Televisi,film,video (VCD,DVD,VTR),komputer
Jenis-jenis media pembelajaran yang cocok digunakan pada pembelajaran aqidah di MI menurut penulis adalah media cetak seperti buku pelajaran, modul, brosur, leaflet,kartun,komik gambar,media audio seperti CD, tape recorder kaset, media audio visual seperti film, video, televisi, komputer. Permainan (game), manusia dan lingkungan.

Karakteristik Media pembelajaran
A. Visual (Cetak)
Kelemahan : membutuhkan reading habit, membutuhkan pengetahuan awal (prior knowledge), kurang bisa membantu daya ingat, apabila penyajiannya (font, warna, ilustrasi) tidak menarik, akan cepat membosankan. Kelebihan : dapat diakses oleh kalangan luas, tidak memerlukan peralatan, bersifat fleksibel, mudah dibawa ke mana-mana, dapat digunakan untuk menyampaikan semua materi pembelajaran, bisa dibaca di mana saja dan kapan saja, tidak terikat tempat dan waktu.

B. Audio
Kelebihan : imajinatif, individual, relatif lebih murah, mobile, dapat merangsang partisipasi aktif pendengarnya, sangat tepat untuk materi musik dan bahasa, mengatasi batas waktu dan ruang, radio: aktual, dapat menjangkau khalayak luas, siaran langsung, tidak dapat diulang, kaset: dapat diputar ulang, dapat digunakan untuk merekam ulang. Kelemahan : komunikasi satu arah, abstrak, terutama berkaitan dengan angka, ukuran, penghitungan dll, auditif, sehingga membutuhkan konsentrasi dalam mendengarkan, radio: tidak bisa diulang, kontrol ada pada stasiun radio, rentan cuaca, kalau tidak menarik pendengar beralih stasiun lain, kaset: bisa terhapus, bisa kusut, tdk bisa disimpan lama.
C. Audio Visual (multi media )
Kelebihan : Interaktif, Individual, Fleksibel, Cost effectiveness, Motivasi, Umpan balik, Record keeping, Kontrol ada pada pengguna. Kelemahan : Hanya akan berfungsi untuk hal-hal sebagaimana yang telah diprogramkan, Memerlukan peralatan (komputer) multimedia, Perlu persyaratan minimal prosesor, memori kartu grafis dan monitor, Perlu kemampuan pengoperasian, untuk itu perlu ditambahkan petunjuk pemanfaatan, Pengembangannya memerlukan adanya tim yang professional, Pengembangannya memerlukan waktu yang cukup lama, Tidak punya sentuhan manusiawi.
Setiap media memiliki karakteristik (kelebihan dan keterbatasan), oleh karena itu tidak ada media yang dapat digunakan untuk semua situasi atau tujuan.
2.4. Peranan Media dalam pembelajaran
Guru dapat lebih mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran melalui penggunaan media secara optimal, sebab media ini memiliki fungsi, nilai dan peranan yang sangat menguntungkan, terutama sekali mengurangi terjadinya verbalisme (salah penafsiran) terhadap bahan ajar yang disampaikan pada diri siswa.

Fungsi Media pembelajaran
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar–gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.
Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak

Langkah- langkah Penyiapan Media Pembelajaran Aqidah di MI
Jenis-jenis media pembelajaran yang cocok digunakan pada pembelajaran aqidah di MI menurut penulis adalah media cetak seperti buku pelajaran, modul, brosur, leaflet,kartun,komik gambar,media audio seperti CD, tape recorder kaset, media audio visual seperti film, video, televisi, komputer. Permainan (game), manusia dan lingkungan. Agar penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar berhasil dengan baik, perlu dilakukan langkah-langkah: perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Dalam langkah- langkah tersebut, guru dan siswa terlibat aktif sehingga kegiatan pemanfaatan lingkungan tersebut menjadi tanggung jawab bersama.
Media mana yang akan digunakan tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai, sifat bahan ajar, ketersediaan media tersebut, dan juga kemampuan guru dalam menggunakannya. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan.
Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Langkah- langkah penyiapan media pembelajaran aqidah di MI adalah sebagai berikut:
 Pemilihan media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai
 Pemilihan media harus disesuaikan dengan biaya yang sesuai dengan kondisi keuangan sekolah
 Pemilihan media harus sesuai dengan ketepatgunaan (dalam penggunaan media harus efektif dan efisien )
 Pemilihan media harus disesuikan dengan keadaan peserta didik (arakteristik siswa) menarik perhatian, adanya penonjolan/penekanan (misalnya dengan warna), direncanakan dengan baik, serta memungkinkan siswa lebih aktif belajar.
 Pemilihan media harus sesuai dengan media yang tersedia disekolah atau guru bisa membawa langsung media yang dimiliki dan guru mampu menggunakan media tersebut
 Dalam penggunaan media memerlukan langkah langkah seperti perencanaan (pemilihan media yang sesuai), pelaksanaan (pemakaian media), tindak lanjut (setelah melaksanakan media tersebut apa pengaruhnya terhadap perilaku siswa)




PENUTUP

Kesimpulan

Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Jenis-jenis media pembelajaran yang cocok digunakan pada pembelajaran aqidah di MI menurut penulis adalah media cetak seperti buku pelajaran, modul, brosur, leaflet,kartun,komik gambar,media audio seperti CD, tape recorder kaset, media audio visual seperti film,video,televisi,komputer. Permainan (game), manusia dan lingkungan.
Fungsi Media pembelajaran:
 Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik
 Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas
 Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
 Media menghasilkan keseragaman pengamatan
 Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
 Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
 Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
 Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
Media mana yang akan digunakan tergantung kepada tujuan yang ingin dicapai, sifat bahan ajar, ketersediaan media tersebut, dan juga kemampuan guru dalam menggunakannya. Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai.
Langkah- langkah penyiapan media pembelajaran aqidah di MI adalah sebagai berikut: Pemilihan media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai, Pemilihan media harus disesuaikan dengan biaya yang sesuai dengan kondisi keuangan sekolah, Pemilihan media harus sesuai dengan ketepatgunaan (dalam penggunaan media harus efektif dan efisien )
Pemilihan media harus disesuikan dengan keadaan peserta didik( karakteristik siswa) menarik perhatian,adanya penonjolan/penekanan (misalnya dengan warna), direncanakan dengan baik, serta memungkinkan siswa lebih aktif belajar. Pemilihan media harus sesuai dengan media yang tersedia disekolah atau guru bisa membawa langsung media yang dimiliki dan guru mampu menggunakan media tersebut.
Dalam penggunaan media memerlukan langkah langkah seperti perencanaan (pemilihan media yang sesuai), pelaksanaan (pemakaian media), tindak lanjut (setelah melaksanakan media tersebut apa pengaruhnya terhadap perilaku siswa)

SARAN
Penyusun makalah ini manusia biasa yang banyak kelemahan dan kekhilafan. Maka dari itu penyusun menyarankan pada pembaca yang ingin mendalami masalah media pembelajaran aqidah di MI, setelah membaca makalah ini membaca sumber lain yang lebih lengkap. Setelah kita mengetahui tentang berbagai hal tentang media diharapkan kita sebagai calon guru MI dapat mengunakan media yang tepat dalam kegiatan pembelajaran

DAFTAR PUSTAKA
Wina Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2008.
Syaiful Sagala. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.2008
E. Mulyasa. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2008.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar